Arsip Berita

Cetak

Masyarakat Mesti Cerdas Sikapi Berita Hoax

Ditulis oleh yoga.

Penilaian:  / 0
TerburukTerbaik 

IMG 20170404 WA0008Penyebaran hoax atau berita bohong sudah dalam fase mengkhawatirkan seiring meningkatnya penggunaan media sosial serta internet. Masyarakat diminta cerdas dalam mengenali berita hoax yang banyak dikemas dalam bahasa yang memikat.

“Hoax atau berita bohong itu banyak menyebar di internet serta media sosial dalam bentuk berita, artikel serta foto,” ungkap Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo dalam Penyuluhan Hukum tentang Kebebasan Menyampaikan Pendapat Tanpa Hoax di ruang pertemuan Hotel Duta Tarakan, Selasa (4/4). Kegiatan yang diselenggarakan Biro Hukum Pemprov Kaltara itu diikuti organisasi perangkat daerah di lingkup Pemprov Kaltara, pemerintah kabupaten/kota se-Kaltara, organisasi kepemudaan serta admin media sosial di Kota Tarakan. Peserta juga dari humas kabupaten kota se-Kaltara termasuk Bagian Humas, Protokol dan Kerjasama Setkab Bulungan.

“Media sosial seperti Whatsapp, Facebook, Twitter dan semacamnya menjadi sarana pas yang membuat berita hoax marak karena informasi saling dipertukarkan dan diteruskan tanpa mendalami lebih jauh kebenaran informasi tersebut,” ucapnya. Selain itu, cukup banyak pula orang yang membuat akun-akun palsu dan mengatasnamakan pihak lain. Dicontohkan, hoax dalam bentuk foto yang sudah diedit sehingga tampak seperti asli dan diberi keterangan waktu dan tempat yang berbeda dengan foto sebenarnya.

“Pada salah satu akun medsos ada kita temui foto Istana Merdeka dan Bundaran HI terendam banjir saat itu padahal kenyataannya tidak. Informasi palsu seperti ini sangat berbahaya dan meresahkan karena foto yang ditampilkan kelihatan asli padahal hasil editan,” urainya. Dilanjutkan, ada pula berita hoax penculikan anak yang membuat seorang gelandangan nyaris tewas diamuk massa di salah satu kabupaten di Pulau Jawa.

“Itu contoh tindakan salah akibat mempercayai hoax. Hati-hati, info ataupun tips kesehatan juga banyak yang hoax,” tandasnya. Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai berita, artikel maupun foto yang diterima karena informasi hoax sengaja dibuat untuk mengubah mindset atau cara pikir seseorang, baik untuk membangun radikalisme, menjanjikan mimpi hingga bertindak ekstrem.

“Di Indonesia kini ada sekitar 2 ribu media cetak namun hanya 321 media cetak yang memenuhi syarat sebagai media profesional. Lalu media online sebanyak 43.300 namun hanya 168 media online yang masuk kategori media profesional. Selain itu hingga akhir 2015 ada 674 media radio dan 523 media televisi,” urainya. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kaltara, Sanusi dalam kesempatan sama berharap, masyarakat dapat lebih berhati-hati dalam mengupload atau menyebarkan berita-berita yang belum pasti kebenarannya.

“Melalui kegiatan penyuluhan ini, kita berharap semua pihak dapat memiliki pemahaman yang menyeluruh dalam mengenali serta menangkal bahaya hoax atau berita palsu,” tandasnya. Kegiatan turut menghadirkan narasumber dari Kejaksaan Negeri Tarakan yang memberikan  materi penyuluhan hukum UU Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Seperti diketahui, dalam pasal 28 UU ITE menerangkan, pelaku penyebar hoax diancam pidana maksimal 6 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar. UU ITE juga memuat pasal-pasal terkait antara lain asusila, perjudian, penghinaan, tindakan ancaman, penyadapan, perubahan, penghilangan, hacking, pembukaan informasi rahasia hingga penyebaran virus yang dilakukan secara elektronik.(gian/hms)

Full Reviw on best bokmaker - Ladbrokes Ladbrokes full information

Sekretariat Daerah Kabupaten Bulungan Jl. Jelarai Raya Tanjung Selor 77212 Telp. 0552-21008 Fax : 0552-21009 http://www.bulungan.go.id

Powered by Warp Theme Framework  
Downlaod Premium Themes