Arsip Berita

Cetak

Ada 7 Sektor yang Bisa Menumbuhkan Ekonomi Bulungan

Ditulis oleh yoga.

Penilaian:  / 0
TerburukTerbaik 
82979952_2591764307560131_2205308003886825472_o.jpg  

Penataan ruang wilayah Kabupaten Bulungan 2019 - 2039 bertujuan mewujudkan Bulungan sebagai pusat pemerintahan dan pusat kegiatan ekonomi skala regional. Bupati Bulungan, H Sudjati, SH menyampaikan hal itu dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor dalam Rangka Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bulungan bersama Ditjen Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Jakarta pada Jumat (24/1).

Dijelaskan, penataan ruang Kabupaten Bulungan untuk jangka waktu 20 tahun ke depan dalam kegiatan revisi RTRW merupakan hal yang urgensi atau mendesak karena adanya perubahan mendasar pada pembangunan daerah yang mengharuskan adanya perubahan peruntukkan ruang.

Yaitu adanya Peraturan Presiden RI Nomor 56 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional; terhadap Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur.

Kemudian pembangunan Kota Baru Mandiri Tanjung Selor di Kecamatan Tanjung Selor sebagai Ibukota atau pusat pemerintahan Provinsi Kalimantan Utara. Selanjutnya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kecamatan Peso untuk mendukung program pemenuhan energi nasional.

"Revisi Peraturan Daerah RTRW Kabupaten Bulungan merupakan hal yang sangat urgensi," ucap Bupati dalam rapat bersama Dirjen Tata Ruang Kementerian ATR / BPN dan para pimpinan lembaga/kementerian. Dilanjutkan, terdapat 7 sektor prioritas pembangunan yang dapat menumbuhkan ekonomi Kabupaten Bulungan yaitu pertambangan, perkebunan, perikanan, pertanian, hilirisasi industri, pelayanan/jasa kota serta ekowisata.

83099286_2591763944226834_8984461912624332800_o.jpg

"Revisi Perda RTRW Kabupaten Bulungan agar pengembangan wilayah lebih optimal, dapat memperbarui peruntukan lahan yang lebih progresif serta ramah lingkungan," terang Bupati. Ditambahkan, tujuan penataan ruang dalam konteks pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan juga merujuk pada PP 59 Tahun 2017 tentang Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.