Arsip Berita

Cetak

Penyuluh Pertanian Bulungan Dilatih Metode Hazton

Ditulis oleh yoga.

Penilaian:  / 0
TerburukTerbaik 
120841801_3223047021098520_976031248828486578_o.jpgMetode budidaya padi sistem Hazton dapat meningkatkan produksi padi sawah mencapai 10 ton per hektare. Para penyuluh pertanian di Kabupaten Bulungan pun dilatih menguasai metode Hazton yang nantinya dapat diterapkan dalam pendampingan agar para petani dapat meningkatkan produksi dan pendapatannya. Bupati Bulungan, H Sudjati, SH menyampaikan hal tersebut saat membuka resmi Pelatihan Budidaya Padi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) dan Metode Hazton secara virtual di Ruang Kerja Bupati pada Rabu (7/10).
Bupati didampingi Sekretaris Daerah (Sekda), Drs. H Syafril menjelaskan, pelatihan yang berlangsung virtual dan diikuti para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kabupaten Bulungan tersebut bertujuan meningkatkan Sumber Daya Manusia serta mendukung ketahanan pangan di wilayah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Pelatihan terselenggara hasil kerjasama Pemerintah Kabupaten Bulungan dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltara, Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang Kalimantan Selatan, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kaltim – Kaltara serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kaltara.
“Kegiatan ini bagian dari visi Mewujudkan Kabupaten Bulungan sebagai Pusat Pangan Berbasis Industri yang salah satu misinya adalah peningkatan SDM,” terang Bupati. Dijelaskan, keunggulan dari metode Hazton yaitu hasil produksi meningkat, penanaman mudah, tanaman tidak mudah stres dan cepat beradaptasi, tahan terhadap hama karena menggunakan bibit usia tua, gulma akan sulit tumbuh karena jarak tanaman sangat rapat, mempercepat masa panen hingga 15 hari serta gabah yang dihasilkan bernas.
Sementara beberapa kelemahan metode Hazton antara lain memerlukan banyak benih, karena tanaman rimbun maka perlu dikawal dengan agensia hayati, perlu pupuk tambahan dari dosis normal serta perlu keahlian khusus dalam pemeliharaan. Dijelaskan pula, semakin tua bibit padi justru semakin tahan terhadap penyakit. Hasil penelitian juga menyebutkan, semakin padat bibit padi yang dimasukkan dalam satu lubang akan semakin banyak menghasilkan padi berkualitas dan kuat berkompetisi. Salah satunya meminimalisir hama keong yang biasanya suka pada padi muda.