Arsip Berita

Cetak

Pelabuhan Akan Dibangun di Pindadak

Penilaian:  / 0
TerburukTerbaik 

Rencana pembangunan pelabuhan di Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur tak lagi hanya sebuah wacana. Pemprov Kaltim melalui Dinas Perhubungan, kemarin (21/12) mempresentasikan laporan akhir hasil kegiatan survey, investigasi dan desain (SID), masterplan dan DED (detail engineering desaign) untuk rencana pembangunan pelabuhan laut tersebut. Presentasi dibuka langsung oleh Bupati Bulungan Drs H Budiman Arifin MSi di ruang serba guna kantor bupati di Jl Jelarai Raya. Dan diikuti sejumlah satuan kerja perangkat daera (SKPD) terkait,  perwakilan pemerintah desa, kecamatan, serta beberapa pihak terkait lainnya.

Dalam paparannya, mewakili Dinas Perhubungan Pemprov Kaltim Kelly Gersang mengungkapkan, tahapan awal yang dilakukan dalam rangka merealisasikan rencana pembangunan pelabuhan di Tanah Kuning adalah kegiatan SID, masterplan dan DED. Dengan tujuan untuk melakukan studi kelayakan baik seacara fisik atau teknis, tata ruang, sosial budaya, ekonomi, keselamatan pelayaran dan keuangan.

Berdasarkan hasil kegiatan studi kelayakan tersebut, kata dia, ada tiga alternatif lokasi di daerah Tanah Kuning yang memungkinkan untuk dibangun pelabuhan. Yaitu di Tanah Kuning, Mangkupadi dan daerah Pindadak. Dari ketiga lokasi ini, sesuai rekomendasi pihak konsultan, dalam hal ini PT Jasakon Putra Utama, Pindadak yang paling layak sebagai lokasi pelabuhan.

Hal ini berdasarkan hasil survey dan studi, yakni meliputi kedalaman laut, gelombang, pasang surut, topografi, dan beberapa hal lainnya. Sedangkan untuk masterplan, beberapa materi yang dilakukan meliputi kriteria perencanaan teknis, analisa proyeksi lalulintas pelabuhan barang umum dan peti kemas, serta analisa kebutuhan transportasi rencana pelabuhan penumpang di Bulungan.

Dalam presentasi kemarin juga mendapatkan beberapa masukan dari para peserta.

Diantaranya mengenai areal pelabuhan, yang pada awalnya direncanakan 32 hektare ada usulan untuk diperluas menjadi 100 hektare. Hal ini dalam kaitannya untuk pengembangan pelabuhan ke depan. Kemudian juga dipertanyakan soal studi gelombang laut, masalah pembebasan lahan dan beberapa hal lain. Termasuk masukan dari pihak swasta yang juga berencana membangun pelabuhan khusus di daerah tersebut. Di antaranya dari perusahaan batubara dan kelapa sawit.

Setelah rencana induk atau masterplan sudah jadi, tahapan selanjutnya adalah perencanaan pembangunannya. Diperkirakan untuk pembangunan pelabuhan ini akan menelan biaya sekitar Rp 1 triliun. Proyek ini merupakan gagasan dari pemerintah provinsi, sehingga penanganan oleh Dishub provinsi. “Tapi nanti tentunya tetap ada kerjasama dan sharing dengan pemerintah kabupaten. Terutama dalam menangani masalah-masalah sosial, seperti lahan dan lain-lain,” ujarnya.