Arsip Berita

Cetak

Konversi Minyak Tanah ke LPG

Ditulis oleh Neri N.

Penilaian:  / 0
TerburukTerbaik 

LPG 3KgSebelum penyaluran LPG (elpiji) 3 kg kepada masyarakat, hal utama yang sedang gencar dilakukan sekarang adalah sosialisasi kepada masyarakat. Baik terkait masalah pendistribusiaannya, maupun untuk meyakinkan kepada warga bahwa penggunaan LPG 3 kg aman, asalkan penggunaaannya secara benar.

Demikian disampaikan oleh Suhartono, dari PT Kencana Mandiri Uli Nusantara—selaku pihak penyalur LPG 3 kg, saat sosialisasi program konvensi minyak tanah ke LPG 3 Kg di Ruang serba Guna Kantor Bupati Bulungan, kemarin. “Saat ini pihak kita masih fokus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Tim kami sudah terjun langsung ke masyarakat. Berkat sosialisasi yang itens kita lakukan, untuk di Bulungan sekitar 70 persen masyarakat calon penggunanya yang sudah memahami,” ungkap Suhartono.

Dikatakan, banyaknya kejadian kompor gas yang meledak pada tahun lalu disebabkan sosialisasinya tidak didahulukan. “Perlu kami tegaskan di sini kompor LPG 3 Kg ini aman. Kalaupun ada berita-berita di televisi atau koran tentang tabung gas yang meledak, itu karena human error, atau kesalahan dari pengguna sendiri,” ujarnya.

Dulunya, kata dia, kompor gas langsung didistribusikan kepada masyarakat baru dilakukan sosialisasi, sehingga mengakibatkan terjadinya beberapa insiden yang tidak diinginkan di beberapa daerah. “Namun, saat ini sistemnya sudah berubah, terlebih dahulu dilakukan sosialisasi sehingga masyarakat dapat memahami bagaimana penggunaan LPG yang baik dan benar," tegas Suhartono.

Dia juga mengimbau masyarakat agar hati-hati untuk membeli tabung gas LPG, regulator berikut selangnya, lantaran saat ini sangat marak barang tiruan, sementara barang yang asli itu adalah milik pertamina dilengkapi logo SNI. Guna mengetahui cara yang benar pemakaian gas LPG, masyarakat harus memastikan besi valve (katup) tabung terpasang dengan sempurna, periksa cincin pengaman, pastikan pemasangan regulator terpasang dengan kencang, periksa selang tidak rusak (tertekuk atau bolong) dan terpasang erat. Suhartono mengharapkan agar warga merawat secara rutin perlengkapan LPG, meneliti dan rajin memeriksa kompor gas, selalu dibersihkan secara rutin, dirawat dan diganti selang atau regulatornya jika rusak.

Disampaikan pada kesempatan itu, program konversi minyak tanah ke gas di Kaltim dilakukan di tujuh kabupaten. Termasuk salah satu di antaranya di Kabupaten Bulungan. Di Bulungan sendiri, LPJ 3 Kg beserta kompor dan peralatannya nanti akan didistribusikan ke 81 desa.

Sosialisasi kemarin diikuti oleh sejumlah perwakilan dari SKPD (satuan kerja perangkat daerah) terkait di lingkungan Pemkab Bulungan, dari pihak keamanan, serta dihadiri unsure FKPD (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah). Acara dibuka oleh Asisten II Setkab Bulungan dr H Burhanuddin MSi, mewakili Bupati Bulungan Drs H Budiman Arifin MSi.

Dalam sambutannya saat membuka tersebut bupati melalui asisten II mengungkapkan, Pemkab Bulungan mendukung adanya program konversi minyak tanah ke LPG 3 Kg. program pemerintah pusat ini, kata dia dilakukan sebagai upaya efiensi, penghematan anggaran Negara, serta mengurangi emisi gas buang. “Selain efisien dan lebih murah, dengan menggunakan LPG lebih ramah lingkungan,” ungkap Burhanuddin.

Sesuai data yang dilakukan, jumlah calon penerima LPG 3 Kg di Bulungan sebanyak 24.193 rumah tangga. Tersebar di 81 desa se Kabupaten Bulungan. “Hal utama yang perlu dilakukan sekarang adalah sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Oleh karenanya kami mengharapkan seluruh stake holder bisa terlibat untuk membantu sosialisasi,” ujarnya singkat. (ngh-rt)