Arsip Berita

Cetak

Bantah Pupuk Bersubdisi Langka

Ditulis oleh Neri N.

Penilaian:  / 0
TerburukTerbaik 

Stok Ada, Petani Tak Mau Memanfaatkan

Jatah pupuk bersubsidi untuk Bulungan sekitar 3.000 ton. Namun sayangnya tidak terserap dengan maksimal. Dari jatah yang diberikan pemerintah itu hanya terserap sekitar 10 persen. Kepala Bidang (kabid) Bina Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan Ir Heri Rudiyono mengatakan, pupuk bersubsidi di Bulungan sampai bulan Oktober 2010 terserap sekitar 10 persen dari total jatah pupuk.


Untuk pupuk urea terserap sekitar 200 ton, jenis NPK terserap sekitar 100 ton, pupuk SP 36 terserap sekitar 46 ton dan untuk pupuk jenis ZA hanya terserap sekitar 9 ton. Sementara untuk pupuk organik bersubsidi tidak terserap pada tahun ini. Kami sangat menyayangkan kenapa pupuk bersubsidi tidak dimanfaatkan oleh petani? Padahal harganya tentu lebih murah daripada pupuk yang non subsidi, katanya kepada Radar Tarakan, kemarin.

Pernyataan ini juga sekaligus membantah pernyataan petani sebelumnya yang mengaku susah mendapatkan pupuk bersubsidi. Menurut Heri, masalah pupuk selalu tersedia. Hanya saja semuanya kembali ke petani sendiri. Semua juga kembali ke petani. Pupuk bersubsidi disediakan bukan gratis tetapi masih membayar sesuai dengan standar harga yang sudah ditetapkan pemerintah, ungkap Heri.

Diberitakan kemarin, beberapa petani mengaku susah mendapatkan pupuk bersubsidi. Suryanto, salah satu petani sayur di daerah Jelarai Selor, Kecamatan Tanjung Selor mengaku, pupuk jenis urea sangat sulit didapat. Apalagi jenis pupuk urea yang bersubsidi. Kalau pupuk NPK biasanya digunakan untuk tanaman yang memiliki buah seperti kacang panjang, sayuran buncis, dan padi. Karena susah dapat pupuk sekarang saya hanya menanam sayuran berjenis daun seperti kangkung, bayam, dan daun sop, karena untuk tanaman ini pupuk bisa diganti dengan pupuk kandang, ungkap Suryanto.

Hal senada dengan keluhan masyarakat yang berprofesi sebagai petani di Kelurahan Tanjung Selor Timur saat berdialog dengan anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI bersama Anggota DPRD Bulungan beberapa waktu yang lalu. Petani bukan mau minta bantuan pupuk kepada pemerintah, cuma tolong harga pupuk di sini agar bisa diperoleh dengan mudah dan murah, mengingat di Kaltim ini ada pabrik pupuk yaitu Pupuk Kaltim, ungkap salah satu perwakilan petani di kelurahan termuda di Tanjung Selor ini.

Sementara itu, Ati penjaga salah satu kios pertanian di Jl Katamso membenarkan jika pasokan pupuk bersubsidi kurang di Tanjung Selor. Untuk saat ini pupuk bersubsidi jenis urea dan NPK sedang kosong hal ini disebabkan distribusi untuk akhir tahun ini tidak ada, biasanya kalau akhir tahun pabrik tutup buku, ungkapnya.

Untuk diketahui, alokasi pupuk bersubsidi ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Bulungan sekitar 3.000 ton. Terdiri dari pupuk urea sekitar 700 ton, pupuk SP 36 (TSP) sekitar 200 ton, pupuk ZA sekitar 50 ton, dan pupuk NPK sekitar 1.600 ton, sedangkan alokasi pupuk organik sekitar 300 ton. Stok pupuk memang masih ada. Tetapi kalau petani tidak mau manfaatkannya mau bagaimana lagi ? Kami juga telah berupaya memberikan penyuluhan dan pemberitahuan kepada petani. Jadi salah jika ada petani yang mengatakan ada kelangkaan pupuk,tegasny a. (*RT)