Arsip Berita

Cetak

2011, Bunyu Targetkan Ekspor 6,7 Juta Ton Batubara

Ditulis oleh Neri N.

Penilaian:  / 1
TerburukTerbaik 

PT Adani Global, selaku kontraktor penambangan batubara di Pulau Bunyu menargetkan tahun ini untuk dapat mengekspor 6,7 juta ton batubara. Target besar ini, ditunjang dengan datangnya mesin baru, serta kapal angkut baru yang akan mengangkut batubara dari Bunyu ke India.

 

Country Manager Indonesia Adani, Ganeshan V mengungkapkan, PT Adani Global selaku kontraktor yang mengelola eksploitasi batubara milik PT Lamindo Intermultikon dan Mitra Niaga Mulya di Pulau Bunyu, sejak awal 2008 hingga 2010 telah mengekspor kurang lebih 5 juta ton batubara.  Pada 2008, kita dapat 1 juta ton, 2009, 2,2 juta ton. Kemudian karena cuaca kurang bagus, 2010 turun 1,8 ton. Untuk 2011 kami menargetkanh 6,7 ton; ungkap Ganeshan. Dikatakan, Adani merupakan satu-satunya perusahaan yang berani mengambil batubara dengan rendah kalori dan memiliki kadar air tinggi, seperti yang ada di Bunyu tersebut.

Batubara dengan kalori rata-rata 3.500-4.000 dan TM atau kadar air 45-50 persen ini, terang Ganeshan akan dipergunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di India. Batubara dengan kalori 3.500 memang tidak sesuai dengan standar BS (British Standart). Di negara manapun batubara seperti ini tidak akan diterima, kata Ganeshan.

Batubara dengan rendah kalori dan basah atau yang biasa disebut lignit diakui memang tidak laku di pasaran. Tapi kenapa PT Adani Global berani? Karena kita punya pasar. Kita juga punya ilmu, untuk bagaimana batubara ini bisa dimanfaatkan. Dan kenyataannya bisa, dengan bahan bakar batubara, di PLTU kami yang ada di India sudah melayani hampir seluruh wilayah India bagian barat laut, ungkap pria asal India yang fasih berbahasa Indonesia itu.

Dia mengatakan, perusahaan Adani yang dipasok batubara di Pulau Bunyu oleh PT Adani Global memiliki pembangkit listrik dengan kekuatan 15.600 Megawatt (MW) di India. Kita tidak jual batubara, tapi kita menjual bahan bakar. Kenapa? Karena kita tahu bagaimana pemakaiannya, kata Ganeshan lagi, yang menyebutkan dengan menggunakan bahan bakar ini PLTU yang dikelola sangat ramah lingkungan.

Ganeshan cukup optimis bisa memenuhi target 6,7 juta ton pada 2011 tersebut. Pasalnya mulai 2011 ini, Adani akan mulai mengoperasikan mesin baru, buatan Amerika. Yang merupakan mesin penambang batubara canggih pertama di Indonesia. Continuous miners (peralatan tambang) buatan JOY, perusahaan asal Amerika Serikat senilai 5 juta USD atau sekitar Rp 47,5 miliar (kurs Rp 9500 per 1 USD) itu ditargetkan sudah mulai diperasikan pada Februari 2011 nanti. Januari ini sudah bisa diuji-coba. Sekarang masih dalam tahap pemasangan, jelasnya.

Selain canggih, yaitu mampu memproduksi batubara 1.000 ton per jam, peralatan ini lanjutnya, juga sangat efisien, bersih dan ramah lingkungan. Alat ini serba otomatis. Para pekerjanya tinggal tekan remote control semua sudah jalan. Batubara yang ditambang dengan alat ini langsung ke crusher. Jadi begitu keluar sudah jadi, tinggal ke conveyor, paparnya lagi.

Untuk tenaga operator dan teknisi, kata dia, saat ini sudah ada 50 karyawan yang dipersiapkan untuk mengoperasikan alat baru tersebut. Sementara ini mereka sudah mulai bekerja, sambil didampingi teknisi asing yang didatangkan langsung oleh JOY, produsen alat itu.

Meski dengan menggunakan alat serba otomatis, Ganeshan meyakinkan, bahwa perusahaan tidak akan melakukan mengurangan karyawan. Karyawan tetap, tidak ada pengurangan. Masih banyak pekerjaan yang bisa dilakukan, meski sudah ada mesin baru ini, kata dia. Dikatakan, saat ini perusahaan batubara itu telah memperkerjakan 1.593 karyawan, yang 90 persennya lebih warga Bunyu. (*RT)