Arsip Berita

Cetak

Disdik dan ITB Teken MoU Program D1

Ditulis oleh Neri N.

Penilaian:  / 1
TerburukTerbaik 

Mulai tahun 2011 ini, dipastikan Institut Teknologi Bandung (ITB) membuka kampus jauh untuk program studi ahli pratama (D1) teknik survey dan pemetaan di SMKN 3 Tanjung Selor. Ini dipastikan Senin (10/1) di Samarinda telah dilakukan penandantanganan memorandum of understanding (MoU) antara Dinas Pendidikan (Disdik) Bulungan, Disdik Provinsi dan ITB, serta SMKN 3 sebagai sub kampus ITB tempat dilaksanakannya pelayanan pendidikan D1 ini.


Dengan ditekennya MoU ini, dapat dikatakan disdik telah melaksanakan pendidikan warga Bulungan melalui pengembangan program berkelanjutan dengan program D1 ini. Program D1 ini sudah dipastikan bisa terlaksana. Namun untuk sementara angkatan pertama ini hanya menerima 30 mahasiswa, dengan prioritas mahasiswa Bulungan. Baik itu SMA, SMK, maupun lulusan yang menggunakan ijazah paket C. Tanpa ada pengecualian, sebut Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah (Dikmen) Yunus Luat, yang juga mewakili Kadisdik Bulungan menandatangani MoU itu.

Sementara seleksi penerimaan mahasiswa baru angkatan pertama baru akan dilakukan pekan ketiga Februari, yang dilakukan langsung ITB. Tidak hanya itu, dalam program ini mahasiswa hanya menjalani kuliah selama 10 bulan di sub kampus SMKN 3 Tanjung Selor. Sedangkan sisanya di ITB. Perkuliahan bulan pertama akan dilakukan di ITB dan kembali ke ITB selama 1 bulan, ketika menyelesaikan tugas akhir perkuliahan sekaligus melakukan wisuda. Meski banyak kuliah di Tanjung Selor, tetapi ijazah tetap dikeluarkan oleh ITB. Dan dalam program ini, PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN), yang bergerak di bidang batu bara menjadi mitra kami (Disdik, red). Dan kedepannya, PKN akan memberikan subsidi untuk mengurangi beban mahasiswa, sebutnya.

Ditambahkan, program D1 ini juga merupakan gagasan PKN. Dengan harapan mahasiswa yang lulus D1 ITB nanti bisa siap kerja. Terutama di perusahaan tambang batu bara yang ada di Bulungan. Apalagi, ahli survei dan pemetaan merupakan bidang tenaga kerja yang banyak dibutuhkan perusahaan batu bara. Diharapkan lulusan dari program ini bisa siap kerja. Tidak hanya di PT PKN, tetapi juga perusahaan tambang batu bara lainnya. Secara tidak langsung mengurangi pengangguran, tambahnya. Kedepannya, hasil MOU ini akan disampaikan ke DPRD Bulungan dengan melakukan hearing dan laporan ke pemerintah kabupaten, pungkasnya. (*RT)